Budaya dan wilayah

Tenun Ikat Kalimantan

Sebelum sehelai kain tenun ikat selesai ditenun, benang-benangnya sudah lebih dulu diikat dan dicelup berkali-kali untuk membentuk pola—proses yang bisa memakan waktu berminggu-minggu sebelum alat tenun benar-benar digunakan.

01Pola dibentuk lewat proses ikat dan celup benang sebelum ditenun.
02Sejumlah penenun secara historis memakai pewarna alami dari tumbuhan setempat.
03Motif dan cara pakainya bisa menandai asal komunitas atau acara adat tertentu.
Pola dibentuk lewat proses ikat dan celup benang sebelum ditenun.

Pola dibuat sebelum ditenun

Teknik ikat berarti benang lungsin diikat pada bagian tertentu memakai tali atau bahan tahan warna, lalu dicelup ke pewarna sehingga bagian yang terikat tetap polos. Proses ini diulang untuk tiap warna, dan pola baru terlihat utuh setelah kain benar-benar ditenun di alat tenun tradisional.

Pewarna dan bahan yang khas daerah

Sejumlah komunitas penenun di Kalimantan Barat secara historis memanfaatkan bahan pewarna alami dari tumbuhan setempat sebelum pewarna sintetis lebih umum digunakan. Pilihan bahan dan warna dapat mencerminkan ketersediaan tumbuhan di sekitar wilayah penenun tinggal.

Kain sebagai penanda identitas

Motif dan cara memakai kain tenun ikat sering terkait dengan acara adat, status, atau asal komunitas penenunnya. Karena proses pembuatannya panjang dan padat karya, satu lembar kain tenun ikat otentik biasanya jauh lebih mahal dibanding kain bermotif serupa hasil cetak pabrik.