Dari jalur dagang ke pakaian adat
Manik kaca yang dipakai dalam kerajinan Dayak sebagian besar berasal dari perdagangan lintas wilayah, bukan diproduksi lokal sejak awal. Manik-manik lama atau langka bahkan dianggap punya nilai tersendiri dan diwariskan sebagai bagian dari kekayaan keluarga.
Dirangkai untuk banyak fungsi
Rangkaian manik menghiasi baju adat, ikat kepala, kalung, gelang, hingga penutup gendongan bayi. Pola dan kombinasi warnanya sering menjadi penanda asal komunitas atau status sosial pemakainya, meski aturan ini tidak seragam di semua kelompok.
Keterampilan yang diturunkan tangan ke tangan
Merangkai manik menjadi motif rapi membutuhkan ketelitian tinggi dan biasanya dipelajari dari generasi sebelumnya, umumnya perempuan dalam komunitas. Perajin manik kontemporer kini juga mengembangkan desain baru tanpa meninggalkan teknik dasar yang diwariskan.