Media yang beragam
Seni ukir Dayak muncul pada berbagai media: tiang dan dinding rumah panjang, perisai (talawang atau perisai), peti jenazah (sandung atau tempinis), hingga gagang mandau. Setiap media punya konteks penggunaan dan tingkat kerumitan ukiran yang berbeda.
Motif yang dikenal luas namun bervariasi
Salah satu motif yang cukup dikenal adalah kamang atau aso, pola berulang yang menggabungkan unsur wajah dan sulur, populer di kalangan kelompok Kenyah dan Kayan di Kalimantan Tengah dan Timur. Kelompok lain punya kosakata visual serta nama motif yang berbeda sama sekali.
Makna sebaiknya dijelaskan pemiliknya
Sejumlah motif ukir dahulu terkait erat dengan status sosial, kepercayaan, atau peristiwa tertentu dalam komunitas pembuatnya. Karena makna itu bisa sangat spesifik dan berbeda antar wilayah, penjelasan yang paling tepat datang dari perajin atau tetua adat setempat, bukan generalisasi dari luar.