Budaya dan wilayah

Tari Tradisional Kalimantan

Menyebut "tari Kalimantan" seolah ada satu tarian saja justru menyembunyikan keragamannya: ada tari topeng yang terkait musim tanam, tari penyambutan dengan gerakan tangan yang lembut, hingga tari berpasangan yang dipengaruhi budaya pesisir Melayu.

01Tari Hudoq memakai topeng kayu dan secara tradisional terkait musim tanam.
02Tari Kancet/Datun Julud biasa ditampilkan untuk menyambut tamu.
03Tarian pesisir seperti Jepen menunjukkan pengaruh budaya Melayu dan Islam.
Tari Hudoq memakai topeng kayu dan secara tradisional terkait musim tanam.

Tari topeng untuk musim tanam

Tari Hudoq yang dikenal pada masyarakat Bahau dan Modang menggunakan topeng kayu berukir serta kostum daun pisang atau janur, secara tradisional ditampilkan terkait rangkaian musim tanam padi sebagai bagian dari kegiatan pertanian masyarakat setempat.

Tari penyambutan dari pedalaman

Tari Kancet atau Datun Julud dari masyarakat Kenyah biasa ditampilkan untuk menyambut tamu penting, ditandai gerakan tangan yang lembut sambil membawa bulu enggang atau kipas sebagai properti khas. Iringan musiknya sering memakai sape.

Pengaruh pesisir dan Melayu

Di wilayah pesisir dan perkotaan seperti Banjarmasin dan Kutai, tarian seperti Baksa Kembang atau Jepen menunjukkan pengaruh budaya Melayu dan Islam pesisir, dengan gerakan dan musik yang berbeda jauh dari tarian masyarakat pedalaman. Ini menegaskan bahwa kekayaan tari Kalimantan melampaui satu kelompok etnis saja.