Diukir dari satu batang kayu
Badan dan leher sape umumnya dibuat dari satu batang kayu utuh yang dilubangi bagian dalamnya, bukan dirakit dari beberapa potongan seperti kebanyakan alat musik petik lain. Proses pembuatannya membutuhkan kesabaran karena mengandalkan pahatan tangan.
Dari dua senar ke variasi modern
Sape tradisional biasanya memiliki dua senar yang dipetik untuk menghasilkan melodi berulang sebagai pengiring, sementara sejumlah pemain masa kini mengembangkan versi dengan tiga hingga empat senar untuk memperluas jangkauan nada.
Pengiring tarian dan cerita lisan
Permainan sape secara tradisional menyertai tarian seperti datun julud pada masyarakat Kenyah, serta menemani penuturan cerita lisan pada malam hari di rumah panjang. Sejumlah pemain sape kemudian membawa alat musik ini ke panggung yang lebih luas, memperkenalkannya di luar konteks upacara aslinya.