Bekerja bergiliran di ladang
Sejumlah komunitas Dayak mengenal praktik kerja bergotong royong secara bergiliran untuk membuka atau menggarap ladang, dengan istilah lokal yang berbeda-beda pada tiap kelompok. Praktik ini meringankan beban kerja fisik dan sekaligus mempererat hubungan antarkeluarga.
Musyawarah sebelum keputusan
Penyelesaian masalah atau perselisihan di banyak komunitas Kalimantan biasa dilakukan lewat musyawarah adat, melibatkan tetua atau pemangku adat sebagai penengah. Proses ini menekankan pemulihan hubungan sosial, bukan semata mencari pihak yang menang atau kalah.
Kebersamaan bukan cerita satu kelompok saja
Nilai gotong royong dan musyawarah ini juga hidup di kalangan masyarakat Melayu, Banjar, dan komunitas pesisir lain di Kalimantan, dengan bentuk dan istilah masing-masing. Menyamaratakan seluruh nilai kebersamaan sebagai "budaya Dayak" semata mengabaikan keragaman masyarakat yang sebenarnya ada di pulau ini.