Spesies tersendiri sejak pertengahan 2000-an
Analisis genetik pada pertengahan 2000-an menunjukkan macan dahan di Kalimantan dan Sumatra (Neofelis diardi) berbeda cukup jauh dari macan dahan daratan Asia (Neofelis nebulosa), sehingga keduanya kini diakui sebagai dua spesies terpisah, bukan satu spesies dengan variasi warna.
Taring terpanjang dibanding ukuran tubuh
Dibandingkan proporsi tengkoraknya, macan dahan memiliki taring atas terpanjang di antara kucing liar yang masih hidup saat ini, ciri yang mengingatkan pada kucing bergigi pedang purba meski ukuran tubuhnya jauh lebih kecil.
Predator puncak yang jarang tertangkap kamera
Sebagai pemanjat ulung dengan pergelangan kaki yang bisa berputar hampir 180 derajat, macan dahan mampu turun dari pohon dengan kepala lebih dulu. Sifatnya yang soliter dan aktif malam membuat sebagian besar data populasinya berasal dari survei kamera jebak jangka panjang di hutan Kalimantan.