Budaya dan wilayah

Kuliner Kalimantan

Menu di Kalimantan sering mengikuti apa yang tersedia di sekitarnya: ikan sungai, rebung dari hutan bambu, atau hasil laut di kota pesisir. Karena itu, satu daerah bisa punya hidangan khas yang sama sekali tidak dikenal di daerah lain di pulau yang sama.

01Soto Banjar dan bubur pedas Sambas sama-sama berbahan beras tapi sangat berbeda.
02Ikan sungai seperti patin dan haruan jadi bahan pokok banyak masakan pedalaman.
03Amplang dari pesisir Kalimantan Timur populer sebagai oleh-oleh.
Soto Banjar dan bubur pedas Sambas sama-sama berbahan beras tapi sangat berbeda.

Soto dan bubur khas daerah masing-masing

Soto Banjar dari Kalimantan Selatan dikenal dengan kuah bening berempah dan pelengkap perkedel serta ketupat, sementara bubur pedas—populer di Sambas dan Sintang, Kalimantan Barat—justru berbahan dasar beras yang ditumbuk kasar dan dimasak bersama sayuran serta rempah, jauh berbeda dari bubur pada umumnya.

Hasil sungai dan hutan jadi bahan utama

Ikan air tawar seperti patin dan haruan menjadi bahan andalan di banyak masakan pedalaman, sementara juhu singkah—sup rebung khas masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah—menunjukkan bagaimana hasil hutan bambu juga masuk ke dapur sehari-hari.

Camilan pesisir yang mendunia

Amplang, kerupuk ikan renyah dari kawasan pesisir Kalimantan Timur seperti Samarinda dan Balikpapan, kini banyak dijual sebagai oleh-oleh lintas provinsi. Di Pontianak, pengaruh kuliner Tionghoa-Kalimantan juga terlihat jelas pada hidangan seperti choi pan dan kwetiau khas kota tersebut.