Alam Kalimantan

Bekantan

Bekantan jantan dewasa punya hidung yang bisa menggantung sampai menutupi mulutnya sendiri—ciri yang justru dianggap menarik oleh betina, bukan cacat. Monyet endemik Kalimantan ini lebih betah di pohon-pohon tepi sungai dan hutan bakau daripada jauh masuk ke pedalaman hutan.

01Bekantan hanya ditemukan secara alami di Pulau Kalimantan.
02Bekantan menjadi maskot Kalimantan Selatan dan identitas Kota Banjarmasin.
03Kelompoknya biasanya dipimpin satu jantan dominan bersama beberapa betina.
Bekantan jantan bertengger di pohon tepi sungai Kalimantan
Bekantan hanya ditemukan secara alami di Pulau Kalimantan.

Hidung besar untuk bersuara dan menarik pasangan

Hidung panjang pada jantan bekerja seperti ruang resonansi yang memperkeras suara panggilannya, sekaligus dipercaya menjadi penanda kualitas jantan di mata betina. Betina dan anak bekantan memiliki hidung yang jauh lebih kecil dan berbentuk normal.

Perut khusus untuk mencerna daun

Bekantan memiliki lambung berbilik mirip hewan pemamah biak, dengan bakteri yang membantu memfermentasi daun-daun keras sebelum diserap. Pencernaan khusus ini membuatnya cukup sensitif terhadap makanan manis atau matang, sehingga tidak dianjurkan memberi makan sembarangan saat bertemu di alam.

Perenang ulung di hutan mangrove

Berbeda dari kebanyakan primata, bekantan punya kaki berselaput parsial dan sanggup berenang menyeberangi sungai untuk berpindah kelompok atau menghindari predator. Habitat favoritnya adalah hutan mangrove, rawa gambut, dan tepian sungai besar seperti di sekitar Kalimantan Selatan dan Tengah.

Pertanyaan umum

Jawaban ringkas dan transparan

Kenapa hidung bekantan jantan bisa sebesar itu?

Hidung besar memperkeras suara panggilan jantan dan diyakini menjadi penanda daya tarik di mata betina, meski penelitian soal fungsi pastinya masih berkembang.

Apakah bekantan bisa berenang?

Bisa. Bekantan punya kaki berselaput parsial dan sering terlihat berenang menyeberangi sungai di habitat mangrove dan rawa.